Washington, D.C. — Dick Cheney, Wakil Presiden Amerika Serikat di masa pemerintahan George W. Bush yang dikenal sebagai salah satu arsitek utama invasi ke Irak, meninggal dunia pada usia 84 tahun. (sumber: SindoNews)
Cheney menjabat sebagai Wapres AS dari 2001 hingga 2009, saat Amerika Serikat meluncurkan operasi militer besar di Irak pasca serangan 11 September 2001. Namanya selamanya terkait dengan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika yang kontroversial selama dentuman pasca-perang.
Selama menjabat, Cheney menjadi sosok sentral yang mendukung intervensi militer dan strategi kontra-terorisme luas, termasuk perluasan tahanan militer dan pengawasan intelijen – beberapa kontroversial kemudian dikritik karena dinilai melanggar hak sipil.
Kematian Cheney menandai berakhirnya salah satu figur paling berpengaruh sekaligus paling diperdebatkan dalam politik Amerika abad ke-21.
Sebagai Wakil Presiden dalam masa perang dan konflik global, keputusan-keputusan yang diambil Cheney tetap menjadi bahan studi dan debat akademis serta pemerintahan masa kini.
Pemerintah AS dan tokoh politik kemungkinan akan menyampaikan penghormatan resmi serta meninjau kembali warisan kebijakan Keamanan Nasional era Bush–Cheney.
Meninggalnya Cheney juga berpotensi membuka kembali diskusi atas legalitas intervensi militer, reformasi pengawasan intelijen, dan pertanggungjawaban atas kebijakan luar negeri AS di Irak.