Iklan

Pemenang Nobel Perdamaian Minta AS Lakukan Invasi ke Venezuela: Retorika Oposisi Mengejutkan

Wednesday, November 5, 2025, November 05, 2025 WIB Last Updated 2025-11-04T19:17:33Z
masukkan script iklan disini

Caracas — Maria Corina Machado, penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025, mengusulkan agar Amerika Serikat menggelar “invasi militer” ke Venezuela sebagai cara menekan rezim Presiden Nicolás Maduro. Pernyataan ini mencuat dalam sebuah wawancara publik di mana Machado menilai rezim Maduro tidak sah dan harus digantikan. 

Menurut laporan SindoNews, Machado menyebut bahwa kekuatan militer AS di lepas pantai negaranya bisa menimbulkan tekanan politik sampai rezim yang ia kritik mau mundur. 


Maria Corina Machado adalah tokoh oposisi Venezuela yang baru-baru ini memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. 

Dalam wawancara di program internasional (disebut “The Mishal Husain Show” di Bloomberg), ia menegaskan bahwa eskalasi militer dari luar — dalam hal ini AS — bisa menjadi tekanan kuat terhadap pemerintahan Maduro. 

Ia mengklaim bahwa presiden Maduro memenangkan pemilu secara ilegal dan menyebut rezimnya sebagai “struktur narkoterroris.” 

Machado bahkan mengusulkan bahwa oposisi di Venezuela siap mengambil alih pemerintahan, didukung oleh sebagian lembaga keamanan, bila tekanan politik dan militer cukup kredibel. 


Gagasan menyerukan intervensi militer asing jelas kontroversial karena menyentuh isu soal kedaulatan negara. Seruan seperti itu bisa memicu kecaman dari kalangan pemerintahan, pembela HAM, atau komunitas internasional yang menolak penggunaan kekuatan militer sebagai solusi politik.

Pemerintah Venezuela kemungkinan besar akan menolak keras pernyataan tersebut karena dianggap campur tangan asing, merongrong legitimitas kedaulatan nasional.

Di sisi lain, pernyataan itu mencerminkan tingkat ketegangan politik ekstrem di Venezuela serta krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Maduro oleh kubu oposisi.


Bagaimana Komite Nobel menanggapi kontroversi ini? Apakah Nobel Perdamaian bisa dicabut atau dikritik bila penerimanya menggunakan retorika yang dianggap memicu konflik?

Apakah seruan seperti itu memiliki dukungan nyata dari negara atau masyarakat internasional? Atau hanya retorika politik ekstrem dari oposisi domestik?

Potensi dampak terhadap dinamika hubungan AS–Venezuela, termasuk kemungkinan sanksi atau intervensi diplomatik, pasca pernyataan ini.

Komentar

Tampilkan

Terkini